Sabtu, 12 Januari 2013

Delapan Saran untuk Pemegang Saham


Bila Anda adalah pemegang saham dalam perusahaan, posisi Anda sangat vital dalam menentukan masa depan dunia kerja dan bisnis di republik ini. Bila secara kolektif Anda dan pemilik saham lainnya melakukan-hal-hal yang benar dan baik dalam perusahaan, negeri ini akan lebih baik dengan lebih cepat.

Sebagai pemilik modal, beberapa langkah berikut ini dapat Anda pertimbangkan untuk Anda lakukan agar anak-cucu Anda dan generasi mendatang dapat menikmati apa yang telah Anda kerjakan hari ini.
Pertama, tentukanlah sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan atas investasi Anda.

Hidup tanpa sasaran ibarat kapal yang bergerak tanpa kemudi. Anda perlu menentukan sasaran dari investasi Anda; berapa keuntungan yang ingin Anda peroleh dari uang yang Anda investasikan untuk mengelola perusahaan. Anda bisa meminta perkiraan keuntungan dari Direksi Utama (CEO) dan mempelajarinya. Kemudian, Anda menentukan sasaran perusahaan yang harus dicapai pada akhir tahun.

Kedua, pilihlah Dewan Direksi (Direksi Utama/CEO dan Direksi) yang berintegritas dan memahami bisnis perusahaan Anda.
Buatlah 'fit and propert test.' Berbicaralah dengan calon-calon CEO dan Direksi yang akan Anda angkat. Mintalah pandangan mereka
terhadap manusia, bisnis, etika, kerja keras, dan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam bisnis.
Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang prinsipil dan perhatikanlah bagaimana mereka menjawabnya. Bila Anda yakin bahwa calon CEO dan Direksi memenuhi kriteria yang Anda tentukan, buatlah keputusan untuk pengangkatan mereka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ketiga, sodorkanlah nilai-nilai kepada Direksi Utama untuk diterapkan di perusahaan.
Walaupun tidak mudah, tekankanlah agar CEO menciptakan lingkungan kerja yang sehat untuk merangsang orang bekerja lebih kreatif, lebih kritis, lebih giat, lebih rajin, dan lebih ulet.
Sebagai Pemegang Saham, Anda bisa memberikan prinsip-prinsip mendasar- seperti keadilan, kejujuran, keterbukaan, kerajinan, kerja keras dan penghargaan- untuk dijabarkan di perusahaan. Nilai-nilai seperti itu akan mengilhami karyawan untuk bekerja dengan sepenuh hati di perusahaan Anda.

Keempat, tekankanlah agar Perusahaan Anda mentaati hukum dan peraturan-perturan yang berlaku.
Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang menghormati hukum, undang-undang dan peraturan lainnya. Mintalah agar seluruh Direksi, Menejemen dan karyawan perusahaan Anda mematuhi hukum, undang-undang dan peraturan yang berkaitan langsung dengan
aktifitas perusahaan Anda.

Direksi, Menejemen dan Karyawan Anda akan bekerja dengan tenang
sebab Anda mendorong mereka menghargai hukum. Jauh lebih baik orang bekerja di bawah undang-undang dari pada bekerja dengan hati yang berdebar-debar karena secara sadar mengetahui bahwa
mereka melakukan hal-hal yang melanggar undang-undang dan peraturan lainnya.

Bila dalam prakteknya ada kesulitan yang prinsipil dalam mematuhi undang-undang dan peraturan lainnya, mintalah input dari CEO. Anda bisa juga meminta analisa dari CEO untuk Anda pelajari dan menjadi bahan masukan kepada asosiasi bisnis yang Anda ikuti, pejabat-pejabat tinggi yang ada kenal di pemerintahan atau badan pembuat legislasi baik di tingkat kabupaten, propinsi, maupun pusat.

Kelima, hindarilah mencampuri urusan internal perusahaan yang begitu jauh.
Anda perlu membuat batasan sampai di mana Anda mencampuri internal perusahaan. Berilah CEO untuk berkreasi dalam batas-batas yang Anda tentukan tanpa mencampuri terlalu jauh bagaimana ia
melakukannya.
Bila Anda tidak setuju dengan cara ia menangani perusahaan atau Anda merasa bahwa CEO tidak melakukan yang Anda inginkan, Anda bisa menggantinya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Keenam, buatlah pertemuan secara berkala dengan seluruh Direksi, Menejemen dan karyawan Anda.
Anda perlu mengenalkan diri Anda sebagai Pemegang Saham dari
perusahaan. Menejemen dan karyawan Anda ingin tahu kepada siapa mereka bekerja atau investasi siapa yang mereka kelola.
Jelaskanlah pandangan Anda terhadap bisnis dan apa yang Anda harapkan dari karyawan Anda. Jadi, usahakanalah agar ada waktu secara teratur untuk bertemu dengan seluruh karyawan perusahaan Anda.

Ketujuh, mintalah laporan berkala dari CEO untuk melihat perkembangan perusahaan Anda.
Pantaulah bagaimana investasi Anda dikelola; apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Dari laporan Operasi dan Keuangan yang resmi, Anda bisa mengetahui perkembangan perusahaan Anda.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Anda bisa memberikan masukan-masukan kepada CEO untuk memperbaiki apa yang telah dicapai atau memberikan terobosan-terobosan baru untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Kedelapan, berikanlah bonus kepada karyawan bila perusahaan Anda membuat keuntungan yang memuaskan.
Bagi-bagilah sebagian keuntungan perusahaan dengan karyawan Anda. Keuntungan yang diperoleh perusahaan adalah hasil kolektif dari seluruh jajaran Direksi, Menejemen dan karyawan. Berikanlah bonus sesuai dengan sasaran yang telah disepakati pada awal tahun.

Dengan memberikan bonus, Anda menghargai jerih payah, memberikan dorongan dan motivasi karyawan untuk bekerja sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan Anda.
Selain itu, Anda perlu juga menyimpan harta di surga bagi diri Anda sendiri dengan membagi sebagian keuntungan perusahaan Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar